Langsung ke konten utama

Kenapa Saya Membela Hak Orang-orang LGBT?


Oleh :Fadhilrey

Kenapa Saya Membela Hak orang-orang LGBT?



Opini aku!

Karena hal-hal yang menyinggung LGBT sangat sensitif di indonesia, saya menekankan bahwa sudut pandang dan pemikiran saya tentang LGBT ini sama sekali tidak berlandaskan pandangan Agama manapun. Saya tidak memakai pembenaran Agama dalam menyampaikan pandangan ini. jadi jika memang pandangan saya banyak sekali hal yang menyimpang menurut agama, itu murni karena pemahaman Agama saya yang mungkin masih dangkal dan belum luas. 

pertama, sebagai seorang muslim, saya sama sekali tidak menganggap perbuatan LGBT adalah hal yang tidak dilarang oleh Hukum Agama. Perbuatan LGBT itu dilarang Oleh Agama Islam. bahkan sejauh yang saya tau ada tujuh ayat Alquran yang menjelaskan tentang larangan perbuatan Homoseksual. dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 165-166, lalu dalam surat Al A’raf ayat 80, Surat Al Isra ayat 32, Surat Al A’raf ayat 33, Surat Hud ayat 181, Surat Asy-Syu’ara ayat 173-174, dan di Surat An Naml ayat 55. dari ayat-ayat yang saya tulisan nampaknya sudah jelas menggambarkan kalau perbuatan Homoseksual dilarang dalam Islam.

lalu jika saya mengetahui perbuatan LGBT itu dilarang dalam Agama, kenapa saya membela hak mereka?.

karena saya tidak membela LGBT nya, saya membela Hak-Hak individu orang-orangnya, saya membela hak seorang Gay, hak seorang Lesbian, Hak seorang transgender, dan Hak-hak mereka yang dianggap sebagai kaum-kaum yang dilaknat oleh Tuhan. jika teman-teman lihat, begitu banyak orang-orang Gay yang hidupnya sulit di Indonesia karena sering mendapat persekusi dari masyarakat. disini saya tidak bermaksud kepada orang-orang yang menolak perbuatan LGBT, karena itu hak mereka mau setuju atau tidak. yang saya maksudkan disini adalah orang-orang yang sampai mengancam membunuh, menyakiti, meneror teman-teman LGBT. merekalah orang-orang yang saya maksud disini.

karena bagi saya, selama dia seorang warga negara indonesia, dia punya KTP indonesia, dia bayar pajak kepada pemerintah indonesia, suara dia dipakai oleh politikus indonesia, maka mau dia berbeda seperti apapun, mau dia seorang gay, lesbian atau apapun itu, maka hak-hak sebagai warga negaranya haruslah kita penuhi. saya mendukung teman-teman LGBT untuk hidup di indonesia dengan Nyaman dan Tentram sebagaimana orang indonesia lainnya. tapi kenyataannya tidak. teman-teman LGBT di indonesia masih tidak mendapatkan Haknya sebagai warga negara. untuk lebih lanjutnya silahkan cari di media berita, begitu banyak persekusi yang dilakukan masyarakat dan bahkan pemerintah kepada warga Negara Indonesia yang LGBT. 


Postingan populer dari blog ini

Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran?

  Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran? Perbedaan Pandangan Karl Popper dan John Rawls tentang Toleransi Dalam diskusi filsafat politik modern, dua nama besar, Karl Popper dan John Rawls, menawarkan perspektif berbeda tentang toleransi yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mendalam. Pandangan mereka, meski sama-sama membahas tentang pentingnya toleransi dalam masyarakat, memiliki perbedaan mendasar yang mencerminkan fokus dan pendekatan unik masing-masing pemikir. Karl Popper, dalam bukunya The Open Society and Its Enemies (1945), memperkenalkan gagasan paradoks toleransi . Ia berpendapat bahwa toleransi yang tidak memiliki batas justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Jika masyarakat sepenuhnya toleran terhadap pandangan yang intoleran, pandangan tersebut dapat tumbuh dan akhirnya menghilangkan toleransi itu sendiri. Oleh karena itu, Popper mengusulkan bahwa masyarakat harus bersikap tidak toleran terhadap intoleransi, terutama keti...

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan Helenisme adalah istilah yang menggambarkan budaya, bahasa, dan peradaban Yunani yang menyebar luas setelah penaklukan Alexander Agung (356–323 SM). Periode Helenistik dimulai setelah kematian Alexander Agung dan berlangsung hingga berdirinya Kekaisaran Romawi sekitar abad pertama SM. Masa ini ditandai oleh penyebaran tradisi Yunani ke berbagai wilayah, mencakup seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan, serta pengaruhnya yang signifikan terhadap agama-agama di Timur Dekat, termasuk agama Yahudi dan Kristen awal. Helenisme memiliki beberapa ciri utama yang mencerminkan kebesarannya. Rasionalisme dalam filsafat Yunani menjadi salah satu karakteristik utamanya, dengan penekanan pada logika, akal budi, dan pencarian kebenaran universal. Pemikiran ini berkembang melalui aliran-aliran seperti Stoikisme, Platonisme, dan Aristotelianisme. Selain itu, bahasa Yunani, khususnya dialek Koine, menjadi lingua franca di seluruh wilayah kekuasaan Alexander Ag...