Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Menjadi Benar Sendiri: Identitas, Bias, dan Kegagalan Narasi Bersama

Dulu, Indonesia sering dijadikan contoh ideal tentang bagaimana keberagaman bisa dikelola dengan harmonis. Di tengah keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa, bangsa ini sempat menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan tidak selalu berarti perpecahan. Justru dari keragaman itulah lahir kekuatan kolektif yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun kini, gambaran itu tampak mulai retak. Bukan karena adanya serangan militer dari luar, bukan pula karena bencana alam besar yang mengguncang negeri. Yang membuat Indonesia perlahan-lahan tergelincir ke dalam jurang perpecahan justru sesuatu yang jauh lebih halus, lebih sunyi , namun tidak kalah mematikan: informasi. Kita hidup di era pasca-transisi digital, dimana hampir setiap aspek kehidupan terhubung melalui jaringan informasi yang kompleks. Setiap individu menjadi bagian dari ekosistem digital yang tidak netral, melainkan dibentuk dan dikurasi oleh algoritma program pintar yang diam-diam mempelajari setiap klik, setiap ke...