Aku bukan seorang Katolik. Aku lahir dan besar sebagai seorang Muslim, tumbuh dalam lingkungan yang sangat menjunjung nilai-nilai agama, tapi juga dibentuk oleh pengalaman hidup di tengah masyarakat majemuk. Karena itulah, bagiku, sosok seperti Paus Fransiskus punya tempat tersendiri di hati. Ketika kabar wafatnya beliau datang, aku tidak merasa kehilangan sebagai bagian dari institusi gereja—melainkan sebagai seorang manusia yang tahu, dunia baru saja kehilangan satu suara paling bijak dalam semesta dialog lintas iman. Paus Fransiskus bukan hanya seorang pemimpin agama. Ia adalah simbol keberanian moral di tengah dunia yang semakin bising oleh fanatisme, konflik, dan polarisasi. Dalam banyak pernyataan dan tindakannya, ia selalu menempatkan kasih dan belas kasih sebagai inti dari spiritualitas. Ia berbicara tentang pengungsi seperti keluarga sendiri. Ia memeluk kaum marjinal seperti sahabat lama. Ia tidak malu meminta maaf atas kesalahan institusi, dan tidak ragu menyampaikan ...
Blog ini berisi otak saya secara kasar, tidak disaring dan di edit dulu, meluncur begitu saja dalam tulisan dan terapload dengan sendirinya disini. tentunya akan banyak opini yang keliru dan tidak seperti pemikiran orang pintar.