Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Peran Masjid Bagi Komunitas Muslim Ahmadiyah

Fadhilrey Peran Masjid Bagi Komunitas Muslim Ahmadiyah Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Garut telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia, mencerminkan kompleksitas isu kebebasan beragama dan ketertiban sosial di negara ini. Ahmadiyah, sebagai sebuah aliran dalam Islam, sering kali mengalami diskriminasi dan penolakan dari kelompok-kelompok mayoritas yang menganggap ajaran mereka menyimpang. Pada 9 Juli 2024, pemerintah daerah Garut menyegel masjid Ahmadiyah dengan alasan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut, setelah adanya tekanan dari kelompok masyarakat yang menolak keberadaan komunitas Ahmadiyah. Langkah ini, meskipun diklaim sebagai upaya untuk mencegah konflik, menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen pemerintah terhadap kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi Indonesia. salah satu anggota Komunitas Ahmadiyah yang saat ini menetap di bandung, sekaligus menjadi Mubaligh di Masjid Mubarak. bapak Iskandar Gumay. memberikan Respon Nya keti...

Perempuan Adalah "The Second Sex"

Perempuan Adalah ‘The Second Sex’ oleh : Fadhilrey Kalau kita mendengar kata Feminisme, pasti pikiran kita langsung tertuju kepada gerakan dalam membela kaum perempuan untuk mendapatkan keadilan dan kesetaraannya di dalam struktur sosial dan ekonomi. tapi berbeda dengan ‘Simone De Beauvoir’ seorang Feminis dan Filsuf terkenal di Prancis pada awal abad ke-20. Simone De Beauvoir melihat Feminisme tidak sebatas bentuk eksistensi dari iri hati kaum perempuan terhadap kekuasaan laki-laki. lebih daripada itu, feminisme de Beauvoir berakar pada eksistensialisme, yang menekankan kebebasan individu, tanggung jawab pribadi, dan penciptaan makna dalam hidup. ini berbeda dengan banyak feminisme lainnya yang mungkin lebih berfokus pada struktur sosial dan ekonomi. De Beauvoir memperkenalkan konsep “liannya” di mana perempuan selalu diposisikan sebagai “The other” dibandingkan laki-laki. laki-laki dianggap sebagai subjek, sebagai standar norma, sementara perempuan dipandang sebagai objek atau penyim...

Saya Benci "Gender Stereotypes"

  Oleh :Fadhilrey saya benci “Gender Stereotypes” Opini Aku! Pernah denger istilah “Gender Stereotypes”, sederhananya seperti kalau seorang laki-laki berarti dia harus suka warna merah, suka sepak bola. sedangkan kalau perempuan berarti harus suka warna pink, suka Boneka dan masak-masak. hal yang seperti itu dinamai dengan Gender Stereotype, atau penyederhanaan pandangan masyarakat dalam memahami apa itu Gender. di dalam Gender Stereotype sayangnya perempuan sering kali digambarkan dengan hal yang berbau lemah, rapuh, lalu dapur, menguruds anak, berdandan, feminim dan masih banyak lagi, sedangkan laki-laki selalu digambarkan dengan kuat, tegar, tangguh, lalu maskulin, bekerja, mencari uang, suka hal-hal yang kasar, dan masih banyak lagi. karena ada penggambaran seperti itu, akhirnya jika ada perempuan atau laki-laki yang tidak sesuai dengan Gender Stereotypes nya, maka akan menjadi bahan cibiran atau bully-an masyarakat yang melestarikan pemikiran tersebut. Gender Stereotype ini sa...

Kalau Mau Disebut Dengan Mahasiswa Aktivis Itu Apakah Harus Demo Pemerintah?

  Kalau mau disebut dengan mahasiswa aktivis itu apakah harus demo pemerintah? Oleh : Fadhilrey ini opini ku ! sebagai mahasiswa yang tahun ini akan menginjak semester lima, maka sudah tidak asing lagi dengan kalimat “mahasiswa itu harus menjadi aktivis”. seolah menjadi seorang aktivis adalah tolak ukur dalam melihat mahasiswa yang ideal. dan menurut saya tidak salah menjadi mahasiswa aktivis, malah sangat bagus, karena sudah semestinya kita sebagai mahasiswa harus menjadi garda terdepan bagi bangsa ini. jika mahasiswa yang notabene sebagai orang-orang terdidik, memilih untuk diam atau apatis, lalu siapa lagi yang akan membela kebenaran dan keadilan di negeri ini?. namun yang sangat membuat saya kesal adalah adanya pengklasifikasian aktivis itu sendiri di lingkungan mahasiswa, khususnya di lingkungan kampus saya, menjadi mahasiswa aktivis itu berarti mereka yang ikut organisasi ekstra seperti masuk kelompok cipayung plus, PMII, HMI, GMNI dan yang lain. dan tentunya mahasiswa yang f...