Langsung ke konten utama

Peran Masjid Bagi Komunitas Muslim Ahmadiyah

Fadhilrey

Peran Masjid Bagi Komunitas Muslim Ahmadiyah

Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Garut telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia, mencerminkan kompleksitas isu kebebasan beragama dan ketertiban sosial di negara ini. Ahmadiyah, sebagai sebuah aliran dalam Islam, sering kali mengalami diskriminasi dan penolakan dari kelompok-kelompok mayoritas yang menganggap ajaran mereka menyimpang. Pada 9 Juli 2024, pemerintah daerah Garut menyegel masjid Ahmadiyah dengan alasan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut, setelah adanya tekanan dari kelompok masyarakat yang menolak keberadaan komunitas Ahmadiyah. Langkah ini, meskipun diklaim sebagai upaya untuk mencegah konflik, menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen pemerintah terhadap kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.

salah satu anggota Komunitas Ahmadiyah yang saat ini menetap di bandung, sekaligus menjadi Mubaligh di Masjid Mubarak. bapak Iskandar Gumay. memberikan Respon Nya ketika di wawancarai oleh saya. Beliau sedih atas penyegelan masjid ahmadiyah yang terjadi di garut, masjid yang seharusnya menjadi tempat menyembah tuhan dan bersilaturahmi antar sesama muslim, harus disegel dan dilarang beribadah di dalamnya. itu sangat mencederai Nilai Demokrasi dan Pancasila.

beliau menyatakan juga jika masjid ahmadiyah itu terbuka, tidak bersifat Eksklusif. masjid ahmadiyah sama seperti masjid pada umumnya, seperti masjid Mubarak yang ada di bandung, setiap jum’at menggelar Jumatan yang dihadiri oleh masyarakat pada umumnya, tidak ada pembedaan antara masyarakat umum dan komunitas ahmadiyah di dalam masjid. pak gumay menjelaskan bahwa memang ahmadiyah sangat concern terhadap pembangunan masjid. karena Komunitas Ahmadiyah memiliki Kultur sangat memuliakan Masjid.

terakhir pak Gumay menjelaskan tentang Bagaimana Komunitas ahmadiyah menyikapi tindakan-tindakan intoleransi terhadap mereka dengan slogan “Love for all Hatred for none”  komunitas Ahmadiyah sangat menjunjung cintai damai, mencintai orang yang memusuhi mereka, dan memaafkan orang-orang yang memusuhi mereka. Komunitas Ahmadiyah tidak akan membalas semua tindakan intoleransi terhadap mereka.

harapan pak gumay terhadap pemerintah bagi komunitas Ahmadiyah adalah hukum, undang-undang dan peraturan ditegakkan. 


Postingan populer dari blog ini

Kenapa Saya Membela Hak Orang-orang LGBT?

Oleh :Fadhilrey Kenapa Saya Membela Hak orang-orang LGBT? Opini aku! Karena hal-hal yang menyinggung LGBT sangat sensitif di indonesia, saya menekankan bahwa sudut pandang dan pemikiran saya tentang LGBT ini sama sekali tidak berlandaskan pandangan Agama manapun. Saya tidak memakai pembenaran Agama dalam menyampaikan pandangan ini. jadi jika memang pandangan saya banyak sekali hal yang menyimpang menurut agama, itu murni karena pemahaman Agama saya yang mungkin masih dangkal dan belum luas.  pertama, sebagai seorang muslim, saya sama sekali tidak menganggap perbuatan LGBT adalah hal yang tidak dilarang oleh Hukum Agama. Perbuatan LGBT itu dilarang Oleh Agama Islam. bahkan sejauh yang saya tau ada tujuh ayat Alquran yang menjelaskan tentang larangan perbuatan Homoseksual. dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 165-166, lalu dalam surat Al A’raf ayat 80, Surat Al Isra ayat 32, Surat Al A’raf ayat 33, Surat Hud ayat 181, Surat Asy-Syu’ara ayat 173-174, dan di Surat An Naml ayat 55. dari ayat-ay...

Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran?

  Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran? Perbedaan Pandangan Karl Popper dan John Rawls tentang Toleransi Dalam diskusi filsafat politik modern, dua nama besar, Karl Popper dan John Rawls, menawarkan perspektif berbeda tentang toleransi yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mendalam. Pandangan mereka, meski sama-sama membahas tentang pentingnya toleransi dalam masyarakat, memiliki perbedaan mendasar yang mencerminkan fokus dan pendekatan unik masing-masing pemikir. Karl Popper, dalam bukunya The Open Society and Its Enemies (1945), memperkenalkan gagasan paradoks toleransi . Ia berpendapat bahwa toleransi yang tidak memiliki batas justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Jika masyarakat sepenuhnya toleran terhadap pandangan yang intoleran, pandangan tersebut dapat tumbuh dan akhirnya menghilangkan toleransi itu sendiri. Oleh karena itu, Popper mengusulkan bahwa masyarakat harus bersikap tidak toleran terhadap intoleransi, terutama keti...

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan Helenisme adalah istilah yang menggambarkan budaya, bahasa, dan peradaban Yunani yang menyebar luas setelah penaklukan Alexander Agung (356–323 SM). Periode Helenistik dimulai setelah kematian Alexander Agung dan berlangsung hingga berdirinya Kekaisaran Romawi sekitar abad pertama SM. Masa ini ditandai oleh penyebaran tradisi Yunani ke berbagai wilayah, mencakup seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan, serta pengaruhnya yang signifikan terhadap agama-agama di Timur Dekat, termasuk agama Yahudi dan Kristen awal. Helenisme memiliki beberapa ciri utama yang mencerminkan kebesarannya. Rasionalisme dalam filsafat Yunani menjadi salah satu karakteristik utamanya, dengan penekanan pada logika, akal budi, dan pencarian kebenaran universal. Pemikiran ini berkembang melalui aliran-aliran seperti Stoikisme, Platonisme, dan Aristotelianisme. Selain itu, bahasa Yunani, khususnya dialek Koine, menjadi lingua franca di seluruh wilayah kekuasaan Alexander Ag...