Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) bagaimana Merespon Kekerasan dengan Ketenangan

  Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) di Yogyakarta merupakan salah satu cabang Ahmadiyah yang berkembang di Indonesia, khususnya berpusat di daerah ini sejak awal abad ke-20. Berbeda dengan Ahmadiyah Qadian yang lebih dikenal di Indonesia, GAI lebih menekankan pendekatan rasional terhadap Islam dengan mengutamakan tafsir Al-Qur'an yang berbasis pada akal dan ilmu pengetahuan. Gerakan ini berakar pada pemikiran Mirza Ghulam Ahmad, seorang reformis Islam dari India yang mengklaim sebagai mujaddid (pembaharu) dalam Islam. Namun, GAI tidak menganggapnya sebagai nabi setelah Nabi Muhammad, melainkan sebagai sosok pembaharu yang menghidupkan kembali ajaran Islam yang murni. Di Yogyakarta, GAI memiliki pengaruh signifikan dalam bidang pendidikan dan pemikiran keislaman. Organisasi ini mendirikan berbagai lembaga pendidikan yang menekankan pembelajaran Islam yang inklusif, logis, dan terbuka terhadap perkembangan zaman. salah satunya adalah GAI mendirikan lembaga pendidikan Piri. yang terdi...

Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Rumah Bagi Teman-Teman Transpuan yang berjuang di tengah-tengah diskriminasi

Transpuan adalah istilah yang merujuk pada individu yang terlahir dengan jenis kelamin laki-laki tetapi mengidentifikasi diri sebagai perempuan. Mereka merupakan bagian dari spektrum transgender, di mana identitas gender mereka tidak sesuai dengan jenis kelamin yang diberikan saat lahir. Dalam banyak kasus, transpuan menjalani berbagai proses sosial, psikologis, atau bahkan medis untuk menyesuaikan diri dengan identitas gender mereka. Namun, seperti individu lainnya, perjalanan hidup transpuan sangat beragam, tergantung pada faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi mereka. Di Indonesia, keberadaan transpuan sudah lama dikenal, bahkan dalam berbagai budaya Nusantara terdapat peran yang secara historis diisi oleh individu yang kini dapat dikategorikan sebagai transgender. Salah satu contoh adalah bissu di Sulawesi Selatan, yang secara tradisional memiliki peran spiritual dalam masyarakat Bugis. Namun, dalam konteks modern, transpuan sering kali menghadapi diskriminasi dan sti...

Mengendalikan Hasrat Seksual, Belajar dari Para Frater di Seminari Tinggi Santo Paulus. Kentungan, Yogyakarta.

Sebagai Manusia, apalagi yang sudah menginjak dewasa, pastinya kita tidak dapat menghindari munculnya hasrat seksual dalam diri kita.  Hasrat seksual adalah bagian alami dari kehidupan manusia, yang didorong oleh kebutuhan biologis, emosional, dan psikologis. Namun, bagi individu yang belum memiliki pasangan, dorongan ini dapat menjadi tantangan besar. Ketidakseimbangan antara keinginan dan ketidakmampuan untuk menyalurkannya secara sehat dapat menyebabkan stres, rasa frustasi, hingga perasaan kesepian. Dalam beberapa kasus, hasrat seksual yang tidak terpenuhi bisa mengganggu fokus seseorang dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam pekerjaan, studi, maupun interaksi sosial. Hal ini dapat memicu konflik internal, di mana seseorang merasa bersalah atas dorongan yang dialaminya, terutama jika ia hidup dalam lingkungan atau budaya yang membatasi diskusi terbuka tentang seksualitas. Selain itu, jika hasrat seksual dikelola dengan cara yang tidak sehat, hal ini berpotensi mendorong seseor...

ROMO MANGUN WIJAYA Pejuang kemanusiaan, dan Arsitek Keberpihakkan.

Romo Y.B. Mangunwijaya, atau yang akrab dikenal sebagai Romo Mangun, adalah seorang tokoh Katolik Indonesia yang dikenal luas sebagai sastrawan, arsitek, dan aktivis sosial. Lahir dengan nama lengkap Yusuf Bilyarta Mangunwijaya pada 6 Mei 1929 di Ambarawa, Jawa Tengah, Romo Mangun adalah salah satu figur yang meninggalkan jejak mendalam di berbagai bidang, dari seni, arsitektur, hingga perjuangan untuk hak-hak masyarakat kecil. Romo Mangun mengenyam pendidikan di Seminari Mertoyudan dan melanjutkan studi teologinya hingga ditahbiskan sebagai imam Katolik pada tahun 1959. Namun, perjalanan hidupnya tidak terbatas pada tugas-tugas gerejani. Ia memperluas cakrawala dengan menempuh studi arsitektur di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman. Keahliannya dalam arsitektur kelak digunakan untuk membangun komunitas dan infrastruktur yang memberdayakan masyarakat miskin di Indonesia. Karya-Karya Besar dan Kontribusi untuk Indonesia Romo Mangun adalah seorang arsitek y...

Temu Penganut Baha’i di Yogyakarta melihat perbedaan Manusia menurut Ajaran Baha’i.

Ngobrol bersama Kak Rina Nuryasari. Kamis, 16 Januari 2025, Mahasiswa/i SAA UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang tengah melaksanakan PPM (Praktik Profesi Mahasiswa) di Institut Dian/Interfidei, Yogyakarta mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mengobrol langsung dengan penganut Baha’i yang ada di Yogyakarta yang bernama Rina Nuryasari. Sebagai orang Baha’i ia bercerita banyak tentang kehidupannya sebagai umat Baha’i di yogyakarta. kak Rina mengenalkan apa itu Agama Baha’i. Agama Baha'i adalah sebuah kepercayaan monoteistik yang lahir pada abad ke-19 di Persia (kini Iran), dibawa oleh pendirinya, Baha’u’llah. Inti ajaran agama ini adalah persatuan umat manusia dan perdamaian dunia. Baha’u’llah mengajarkan bahwa seluruh agama besar di dunia adalah bagian dari rencana Tuhan yang progresif, dengan setiap agama membawa pesan ilahi. Sesuai dengan kebutuhan zamannya. Ajaran Baha'i menekankan nilai-nilai universal seperti kesetaraan gender, penghapusan prasangka, pendidikan bagi semua...

Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran?

  Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran? Perbedaan Pandangan Karl Popper dan John Rawls tentang Toleransi Dalam diskusi filsafat politik modern, dua nama besar, Karl Popper dan John Rawls, menawarkan perspektif berbeda tentang toleransi yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mendalam. Pandangan mereka, meski sama-sama membahas tentang pentingnya toleransi dalam masyarakat, memiliki perbedaan mendasar yang mencerminkan fokus dan pendekatan unik masing-masing pemikir. Karl Popper, dalam bukunya The Open Society and Its Enemies (1945), memperkenalkan gagasan paradoks toleransi . Ia berpendapat bahwa toleransi yang tidak memiliki batas justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Jika masyarakat sepenuhnya toleran terhadap pandangan yang intoleran, pandangan tersebut dapat tumbuh dan akhirnya menghilangkan toleransi itu sendiri. Oleh karena itu, Popper mengusulkan bahwa masyarakat harus bersikap tidak toleran terhadap intoleransi, terutama keti...

Raja Raja Romawi yang mempersekusi Umat Kristen

  Raja Raja Romawi yang mempersekusi Umat Kristen Selama periode Kekaisaran Romawi, umat Kristen awal menghadapi diskriminasi dan penganiayaan yang berat. Mereka dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas politik dan keagamaan di tengah masyarakat yang sangat menjunjung tradisi penyembahan dewa-dewa Romawi. Dalam beberapa periode pemerintahan, kampanye penganiayaan terhadap umat Kristen dilakukan secara terorganisir oleh kaisar-kaisar yang memandang mereka sebagai elemen subversif yang membahayakan tatanan sosial. Penganiayaan pertama yang tercatat terjadi pada masa pemerintahan Nero (54–68 M). Nero dikenal sebagai kaisar pertama yang secara resmi menganiaya umat Kristen. Kebakaran besar yang melanda Roma pada tahun 64 M menjadi momen tragis di mana Nero menyalahkan umat Kristen sebagai kambing hitam untuk meredakan kemarahan rakyat. Tuduhan ini menjadi dalih untuk membunuh mereka secara brutal, dengan hukuman seperti pembakaran hidup-hidup dan dilempar ke arena gladiator sebagai...

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan Helenisme adalah istilah yang menggambarkan budaya, bahasa, dan peradaban Yunani yang menyebar luas setelah penaklukan Alexander Agung (356–323 SM). Periode Helenistik dimulai setelah kematian Alexander Agung dan berlangsung hingga berdirinya Kekaisaran Romawi sekitar abad pertama SM. Masa ini ditandai oleh penyebaran tradisi Yunani ke berbagai wilayah, mencakup seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan, serta pengaruhnya yang signifikan terhadap agama-agama di Timur Dekat, termasuk agama Yahudi dan Kristen awal. Helenisme memiliki beberapa ciri utama yang mencerminkan kebesarannya. Rasionalisme dalam filsafat Yunani menjadi salah satu karakteristik utamanya, dengan penekanan pada logika, akal budi, dan pencarian kebenaran universal. Pemikiran ini berkembang melalui aliran-aliran seperti Stoikisme, Platonisme, dan Aristotelianisme. Selain itu, bahasa Yunani, khususnya dialek Koine, menjadi lingua franca di seluruh wilayah kekuasaan Alexander Ag...