Langsung ke konten utama

Karena Mengenal Paskah

 Karena Mengenal Paskah

saya memahami Cinta-nya Umat Kristen

Pendahuluan

saya lahir dan besar di lingkungan yang hanya mengenal satu Agama. Bahkan di pendidikan pun, dari sejak SMP sampai sekarang Kuliah, saya berada di lingkungan yang islami. SMP saya masuk MTs, SMA saya masuk MA, dan sekarang Kuliah pun saya masuk UIN. karena hal itu, membuat saya hanya mengenal satu agama. hanya agama islam saja. selebihnya saya tidak begitu mengenal agama-agama lain selain agama islam. itu membuat saya tidak memahami sama sekali kenapa ada orang yang memiliki agama berbeda dengan agama yang saat ini saya anut. saya merasa mereka ada di jalan yang salah, dan keliru dalam beragama, ada kebingungan yang besar tentang itu, lebih khusus kepada orang-orang yang beragama Kristen.

Kenapa Kristen ?

Karena Islam Dan Kristen itu memiliki sejarah yang sama, yakni Agama Abrahamik, Atau sering disebut juga Agama Semitik. membuat  ketika belajar Agama islam saya sering sekali bersinggungan atau menyebut ajaran Kristen. karena itu, saya memiliki pertanyaan besar kenapa ada orang yang beragama Kristen.

bermula dari situ, saya mulai mencari tau tentang apa itu agama kristen, saya mulai mencari tau tentang yesus kristus, tentang Alkitab, dan semacamnya. tapi karena saya mencari tau sendiri, tanpa memiliki teman atau guru yang memang beragama kristen. membuat kesimpulan yang saya dapat adalah keraguan dan serangan terhadap kristen itu sendiri. hasil dari mencari tau tentang kristen malah membuat saya semakin merasa Kristen itu salah. dan harus diluruskan.

bertemu dengan David, teman Kristen penuh Cinta Kasih.

dari kecil sampai menginjak remaja, saya sama sekali tidak memiliki teman yang berbeda agama, khususnya yang beragama Kristen. hingga pada akhirnya ketika saya menginjak bangku kelas 12 SMA akhir, saya berkenalan dengan David, teman Kristen pertama aku.

David adalah seorang kristen Protestan yang saya kenal ketika saya mengikuti Kursus Bahasa Inggris di Pare, Kediri. saya kebetulan ketika itu satu kelas dengan dia. karena dari kecil hidup di lingkungan yang hanya beragama islam, tentunya satu kelas dengan teman yang berbeda agama terasa sangat canggung bagi saya, karena cukup bingung bagaimana bersikap kepada dia karena dari kecil belum pernah sama sekali berteman bahkan berbicara dengan orang kristen.

dari David lah saya akhirnya mengenal agama kristen lebih dekat, dengan sering melakukan diskusi diskusi terkait keimanan. itu membuat pemahaman saya tentang agama lain semakin bertambah. khususnya ke kristenan. david mengajarkan saya tentang bagaimana sebenarnya orang kristen itu, karena sejauh ini saya mengenal kristen tidak dari orangnya langsung, yakni hanya dari buku atau cerita dari Ustdaz-Ustadz waktu saya masih di pondok pesantren.

pada akhirnya seiring berjalannya waktu, pemahaman saya tentang kristen mulai berubah, dari yang asalnya memiliki sentimen negatif dan antipati, saya mulai membuka ruang diskusi dan perbedaan diantara agama saya sendiri dengan agama kristen berkat berteman dengan david. hingga pada satu waktu, saya akhirnya memahami cinta kasih kristen seperti apa berkat berkenalan dengan perayaan ‘Paskah’.

Mengenal Paskah.

sebelum berkenalan dengan david, saya sama sekali tidak mengerti apa itu paskah, saya hanya tau tentang kebangkitan Isa Almasih saja, karena di kalender sering menjadi tanggal merah. tapi lebih jauh dari itu saya tidak memahaminya sama sekali. 

hingga pada satu waktu, ketika perayaan paskah di tahun 2021, yang waktu itu memang saya tengah ada di pare, kediri. saya melihat david tengah merayakan paskah bersama keluarganya. itu membuat saya penasaran apa itu paskah. ketika David kembali, saya bertanya tentang hal itu.

paskah adalah bagaimaa kita bisa menjadi bagian dari apa yang kita hadapi beberapa tahun ini, hanya saja bagaimana kita bisa


Postingan populer dari blog ini

Kenapa Saya Membela Hak Orang-orang LGBT?

Oleh :Fadhilrey Kenapa Saya Membela Hak orang-orang LGBT? Opini aku! Karena hal-hal yang menyinggung LGBT sangat sensitif di indonesia, saya menekankan bahwa sudut pandang dan pemikiran saya tentang LGBT ini sama sekali tidak berlandaskan pandangan Agama manapun. Saya tidak memakai pembenaran Agama dalam menyampaikan pandangan ini. jadi jika memang pandangan saya banyak sekali hal yang menyimpang menurut agama, itu murni karena pemahaman Agama saya yang mungkin masih dangkal dan belum luas.  pertama, sebagai seorang muslim, saya sama sekali tidak menganggap perbuatan LGBT adalah hal yang tidak dilarang oleh Hukum Agama. Perbuatan LGBT itu dilarang Oleh Agama Islam. bahkan sejauh yang saya tau ada tujuh ayat Alquran yang menjelaskan tentang larangan perbuatan Homoseksual. dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 165-166, lalu dalam surat Al A’raf ayat 80, Surat Al Isra ayat 32, Surat Al A’raf ayat 33, Surat Hud ayat 181, Surat Asy-Syu’ara ayat 173-174, dan di Surat An Naml ayat 55. dari ayat-ay...

Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran?

  Paradoks Toleransi Apakah kita harus toleransi kepada orang yang intoleran? Perbedaan Pandangan Karl Popper dan John Rawls tentang Toleransi Dalam diskusi filsafat politik modern, dua nama besar, Karl Popper dan John Rawls, menawarkan perspektif berbeda tentang toleransi yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mendalam. Pandangan mereka, meski sama-sama membahas tentang pentingnya toleransi dalam masyarakat, memiliki perbedaan mendasar yang mencerminkan fokus dan pendekatan unik masing-masing pemikir. Karl Popper, dalam bukunya The Open Society and Its Enemies (1945), memperkenalkan gagasan paradoks toleransi . Ia berpendapat bahwa toleransi yang tidak memiliki batas justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Jika masyarakat sepenuhnya toleran terhadap pandangan yang intoleran, pandangan tersebut dapat tumbuh dan akhirnya menghilangkan toleransi itu sendiri. Oleh karena itu, Popper mengusulkan bahwa masyarakat harus bersikap tidak toleran terhadap intoleransi, terutama keti...

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan

Helenisme dan Pengaruhnya Terhadap Kekristenan Helenisme adalah istilah yang menggambarkan budaya, bahasa, dan peradaban Yunani yang menyebar luas setelah penaklukan Alexander Agung (356–323 SM). Periode Helenistik dimulai setelah kematian Alexander Agung dan berlangsung hingga berdirinya Kekaisaran Romawi sekitar abad pertama SM. Masa ini ditandai oleh penyebaran tradisi Yunani ke berbagai wilayah, mencakup seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan, serta pengaruhnya yang signifikan terhadap agama-agama di Timur Dekat, termasuk agama Yahudi dan Kristen awal. Helenisme memiliki beberapa ciri utama yang mencerminkan kebesarannya. Rasionalisme dalam filsafat Yunani menjadi salah satu karakteristik utamanya, dengan penekanan pada logika, akal budi, dan pencarian kebenaran universal. Pemikiran ini berkembang melalui aliran-aliran seperti Stoikisme, Platonisme, dan Aristotelianisme. Selain itu, bahasa Yunani, khususnya dialek Koine, menjadi lingua franca di seluruh wilayah kekuasaan Alexander Ag...